CILEGON, iNewsPandeglang.id – Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau mulai dirasakan pelaku usaha perhotelan di Cilegon, Banten. Sejumlah tamu disebut panik hingga memilih keluar atau meninggalkan hotel lebih cepat, meski tingkat kunjungan masih berada di kisaran 80 persen.
Ketua PHRI Banten, GS Ashok Kumar, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi hotel dan restoran di Banten menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Menurut Ashok, dampak erupsi sudah mulai terlihat dari adanya penurunan jumlah tamu. Namun, kondisi okupansi secara umum masih cukup baik.
“Saat ini angka tamu hotel masih bagus, yakni dikisar 80 persen. Namun ada penurunan akibat letusan gunung,” ujar Ashok.
Ia mengatakan kepanikan sempat terjadi di kalangan pengunjung. Karena itu, pengelola hotel diminta tetap tenang sekaligus memberikan informasi kepada tamu agar tidak mengambil keputusan karena panik.
“Pengunjung pada panik dan sempat hendak keluar. Para pengelola hotel meminta para pengunjung tidak panik dengan letusan Anak Gunung Krakatau,” katanya.
PHRI Banten juga meminta pemilik hotel dan restoran meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas gunung.
Menurutnya, dampak erupsi bisa meluas apabila mengganggu jalur transportasi. Penerbangan dan penyeberangan kapal laut yang terganggu berpotensi membuat jumlah wisatawan yang datang ke wilayah Banten ikut berkurang.
Kondisi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat serta sektor pariwisata masih terus dipantau.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
