CILEGON, iNewsPandeglang.id – Krisis air bersih kembali menghantui warga Kelurahan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten saat musim kemarau. Setiap hari, warga harus bergantian menjaga mata air di bawah pohon bambu demi mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Aar Safaat, mengaku dirinya harus menunggu sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya. Namun, selama 12 jam menunggu, air yang didapat hanya sekitar enam galon.
"Semalaman menunggu dari jam enam sore sampai enam pagi, paling dapat enam galon saja," kata Aar, Minggu (19/7/2026).
Air tersebut dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, memasak, hingga diminum. Seluruh warga mengambil air secara bergantian agar setiap keluarga tetap memperoleh bagian.
Menurut Aar, kondisi ini sudah menjadi persoalan tahunan. Saat musim kemarau yang berlangsung sekitar tujuh bulan, debit mata air terus menurun sehingga warga harus rela bergadang demi memenuhi kebutuhan air.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar persoalan kekeringan yang terus berulang setiap tahun dapat diatasi.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
