Haru & Cemas, Wamen Prof. Stella Christie Antar Anak Masuk SD di Jakarta

Dodi C.A
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie mengantar putranya, Bayu Czech, pada hari pertama masuk SD di Jakarta, Senin (13/7/2026). ( Foto: Tangkapan layar media sosial Wamen Stella Christie).

JAKARTA, iNewsPandeglang.id Hari pertama sekolah selalu menyimpan cerita tersendiri. Namun bagi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Senin (13/7/2026) kemarin adalah momen emosional yang melampaui sekadar rutinitas pagi.

Masih mengenakan seragam dinasnya sebagai wakil menteri, Stella tertangkap kamera mengantarkan putra semata wayangnya, Bayu Czech, di hari pertama sekolah. Tanpa canggung, profesor bidang ilmu kognitif ini menggendong sendiri tas ransel sang anak tanpa bantuan ajudan maupun pengawal pribadi.

Bayu kini resmi memulai lembaran baru sebagai murid kelas 4 di SD Santa Ursula, Jakarta, setelah sebelumnya menempuh pendidikan di Beijing, China.

"Akhirnya kami memutuskan memindahkan Bayu ke SD kelas 4 di Jakarta," sambungnya.

Alasan Memilih Sekolah Negeri dan Umum, Bukan Internasional
Menariknya, sebagai pejabat negara dan akademisi kelas dunia, Stella tidak memilih sekolah internasional berpola barat untuk anaknya. Baik di Beijing maupun di Jakarta, Bayu selalu dimasukkan ke sekolah umum/nasional.

Di Beijing, Bayu bahkan bersekolah di sekolah dasar negeri setempat.

"Bayu tidak bersekolah di international school di Beijing tapi di SD negeri menggunakan 100% bahasa Mandarin walaupun kami bukan orang Tiongkok," bebernya.

Langkah serupa ia terapkan di Indonesia dengan memilih SD Santa Ursula Jakarta. Stella memiliki visi yang kuat tentang esensi pendidikan dasar bagi tumbuh kembang anak.

"Kenapa? Supaya Bayu sungguh-sungguh belajar menjadi orang Indonesia," tegas Stella.

Curahan Hati Seorang Ibu: Rasa Cemas yang Manusiawi

Di balik ketegasan sikapnya, Stella Christie tetaplah seorang ibu biasa yang didera kekhawatiran. Ia sadar, masa transisi ini tidak akan mudah bagi Bayu yang selama tiga tahun terakhir terbiasa membaca dan menulis dalam aksara Mandarin.

"Tentu saja banyak rasa haru karena setelah satu tahun 8 bulan akhirnya bisa kita bisa hidup bersama setelah berpisah dan banyak juga rasa cemas dan ketakutan seperti semua ibu-ibu dan ayah-ayah anaknya mulai sekolah.

Walaupun Bayu Fasih berbahasa Indonesia tapi dia tidak pernah sekolah baca dan menulis berbahasa Indonesia jadi waktu di Tiongkok dia tidak di Internasional School dia juga di sekolah Negeri 100% berbahasa Mandarin dan dia pasih menulis dan semuanya dalam bahasa Mandarin jadi pasti bulan-bulan pertama ini fi Indonesia nilainya mungkin bisa anjlok dan itu akan membuat dia frustasi," urai Stella.

Selain kecemasan akademis, Stella juga memikirkan aspek sosial sang anak serta tantangan perannya sendiri sebagai ibu yang bekerja dengan jadwal super padat sebagai wakil menteri.

"Jadi beberapa bulan pertama di Jakarta pasti berat, sangat mungkin Bayu frustasi dapat angka-angka jelek di kelas bahasa Indonesia," tambahnya.

"Apakah saya akan jadi ibu yang baik dengan begitu banyaknya tuntutan pekerjaan," tanyanya retoris.

Pengorbanan demi Masa Depan

Bagi Stella, keputusan memboyong Bayu ke Jakarta menuntut pengorbanan besar, termasuk meninggalkan kenyamanan akademik di Tsinghua University. Namun, ia percaya setiap orang tua memiliki perjuangannya masing-masing.

"Pengorbanan keluarga kami mungkin berbeda dengan pengorbanan keluarga anda. Tapi apapun bentuknya kita semua disatukan oleh harapan bahwa pengorbanan kita akan membuat kehidupan anak kita lebih baik lagi di masa depan," ucapnya hangat.

Menutup ceritanya, Stella memberikan suntikan moral bagi seluruh orang tua yang juga sedang mendampingi anak-anak mereka kembali ke sekolah.

"Untuk semua orang tua yang anaknya hari ini mulai sekolah: Semangat!," tutur sang wamen.

Kesederhanaan Stella di hari pertama sekolah ini pun langsung memanen pujian dari warganet.

“Prof Stella juga manusia biasa seperti kita, antar anak sekolah gendong ransel sendiri, keren prof tanpa ajudan tanpa pengawal” tulis salah seorang netizen di kolom komentar sosial medianya.

Editor : Iskandar Nasution

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network