“Beliau ingin santri dekat dengan Al-Qur’an. Penulisannya dilakukan setelah tahajud supaya lebih khusyuk,” ujar Mukaromi, Sabtu (21/2/2026).
Total, ada empat Al-Qur’an raksasa karya sang ulama yang tersebar di beberapa lokasi. Yang terbesar tersimpan di pesantren ini dan tetap dirawat hingga kini.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
