Selain harus menunggu lama, mereka juga merasa khawatir akan kualitas barang yang mereka angkut. Sebagian besar truk membawa komoditi seperti cabai merah, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya yang rentan rusak.
“Kami berharap cuaca segera membaik, supaya barang-barang ini sampai tepat waktu dan tidak rusak. Kalau terlalu lama, kerugiannya pasti besar,” kata Dadan.
Hujan deras dan angin kencang diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan, sehingga operator pelabuhan dan perusahaan ekspedisi diharapkan dapat mengantisipasi penumpukan kendaraan serta menyediakan fasilitas pendukung untuk para pengemudi yang terjebak.
Bongkar Muat Kapal Terhambat
Selain menimbulkan kekhawatiran di darat, cuaca buruk juga mempersulit proses bongkar muat kapal. Sejumlah kendaraan harus menunggu giliran lama untuk bisa turun dari kapal akibat gelombang tinggi yang menggoyang dermaga. Situasi ini membuat efisiensi operasional pelabuhan menurun drastis.
Para sopir truk dan pengguna jasa penyeberangan berharap cuaca segera membaik agar mereka bisa melanjutkan perjalanan. Mereka juga meminta pihak pelabuhan dan pemerintah untuk memperhatikan kondisi ini dengan memberikan solusi yang lebih baik, seperti menambah area parkir darurat atau mempercepat proses bongkar muat saat cuaca sudah memungkinkan.
“Kami hanya ingin perjalanan kembali normal. Kalau terus begini, bukan cuma barang yang rusak, tapi waktu kami juga terbuang sia-sia,” keluh Dadan.
Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar dampak cuaca buruk ini tidak semakin menyulitkan.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait