Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Alasan Bahayanya bagi Kesehatan
Advertisement . Scroll to see content

5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan 300 Personel dan 11 Kapal

Kamis, 10 September 2026 | 18:38 WIB
  • author Epul Galih
5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan 300 Personel dan 11 Kapal
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii didampingi Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dan jajaran saat memberikan keterangan terkait perkembangan pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang di Perairan Selat Sunda. (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id Pencarian lima jurnalis yang hilang di Perairan Selat Sunda terus dilakukan. Memasuki hari ketiga, Basarnas memperluas operasi pencarian dengan mengerahkan 300 personel inti dan 11 kapal.

Kelima jurnalis tersebut hilang bersama dua awak kapal dan seorang guide setelah speed boat yang mereka tumpangi hilang kontak saat melakukan perjalanan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Banten.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap operasi pencarian tersebut.

“Karena itu saya yakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera menemukan korban dan bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat,” ujar Mohammad Syafii saat konferensi pers di Posko SAR Gabungan Banten, Kamis (10/9/2026).

Syafii menjelaskan, operasi pencarian terus diperluas berdasarkan perkembangan informasi di lapangan. Pada hari pertama, pencarian dilakukan di tiga sektor, kemudian menjadi lima sektor pada hari kedua dan enam sektor pada hari ketiga.

Sebanyak 11 kapal dikerahkan, terdiri dari KRI TNI Angkatan Laut, kapal kepolisian, kapal Basarnas serta kapal dari potensi SAR. Pencarian juga diperkuat dengan unsur udara.

“Dengan jumlah personil kira-kira lebih dari 300 personil inti yang terlibat dalam operasi dan juga yang ada di posko ini,” katanya.

Menurut Syafii, informasi dari BMKG dan PVMBG menjadi salah satu dasar dalam menentukan pola operasi. Setiap perkembangan dari lapangan kemudian dibahas dalam rapat koordinasi di posko.

Dalam pemantauan menggunakan pesawat, Syafii mengaku belum melihat tanda-tanda keberadaan korban secara langsung.

“Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum lihat. Tapi hasil operasi hari ini tentunya dari laporan enam sektor yang ada di lapangan dan itu nanti akan dilaporkan ke posko gabungan ini,” ujarnya.

Basarnas memastikan pencarian tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personel, terutama karena operasi berlangsung di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Operasi SAR direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Setelah itu, Basarnas akan melakukan evaluasi bersama seluruh unsur terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh kita laksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya,” kata Syafii.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut