Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Mengguyur, Yuk Lindungi Keluarga dengan 5 Langkah Ini!
PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id — Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung hingga Minggu (6/9/2026) terus memuntahkan abu vulkanik hingga menyebar ke berbagai kawasan, termasuk wilayah pesisir Pandeglang, Banten, serta sejumlah daerah lainnya.
Berbeda dari debu biasa, abu vulkanik mengandung silika kristalin yang bersifat iritan, korosif, dan tajam layaknya serpihan kaca kecil. Sejumlah warga di wilayah pesisir barat Pandeglang dilaporkan mulai mengeluhkan gangguan pernapasan seperti batuk, tenggorokan gatal, hingga mata perih.
Anak-anak, lansia, serta penderita asma dan penyakit jantung menjadi kelompok yang paling rentan terhadap paparan material ini. Bahkan pada paparan kronis, abu vulkanik berisiko memicu penyakit paru berat seperti pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC), hingga memicu dampak psikologis seperti kecemasan dan trauma pada anak.
Melalui paparan “Anak dan Bencana Erupsi Gunung Berapi”, dokter spesialis anak dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA (K) menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung silika kristalin yang dapat berdampak pada kesehatan pernapasan maupun kondisi psikologis anak.
“Anak dengan asma bisa kambuh dan memberat gejalanya,” papar Yogi seperti dibagikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui akun Instagram @idai_ig.
Guna menjaga kesehatan anggota keluarga di tengah situasi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Jaringan Internasional Bahaya Kesehatan Vulkanik (IVHHN) membagikan panduan keselamatan yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
1. Prioritaskan Utamakan Berada di Dalam Rumah
Cara paling efektif mencegah dampak buruk abu vulkanik adalah mengurangi aktivitas luar ruangan.
2. Gunakan Masker Sesuai Usia dan Kondisi
Penggunaan alat pelindung pernapasan sangat krusial jika terpaksa harus keluar rumah atau saat membersihkan tumpukan abu.
Editor : Iskandar Nasution