Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga, Badan Geologi Ingatkan Bahaya Erupsi Masih Ada
BANTEN, iNewsPandeglang.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Meski hasil evaluasi menunjukkan dinamika magma mengalami penurunan, potensi bahaya erupsi masih tetap ada sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan evaluasi aktivitas Gunung Anak Krakatau periode 1–7 Juli 2026, aktivitas vulkanik yang berkaitan dengan magma dangkal mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, aktivitas magma dalam masih menunjukkan peningkatan dalam skala rendah.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan hasil pemantauan masih memperlihatkan adanya emisi gas, anomali panas di kawah, serta aktivitas kegempaan yang menjadi dasar status gunung tetap dipertahankan pada Level III.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 7 Juli 2026, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga)," ujar Lana Saria dalam laporan evaluasi yang diterima, Minggu (12/7/2026).
Badan Geologi mengingatkan, apabila terjadi erupsi, potensi bahaya yang dapat muncul berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga awan panas jika intensitas letusan meningkat.
Karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap isu yang menyebut erupsi Anak Krakatau akan memicu tsunami. Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, dan BPBD setempat.
Badan Geologi menegaskan status Gunung Anak Krakatau akan terus dievaluasi secara berkala dan dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Editor : Iskandar Nasution