Lagi, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal saat Latsarmil, Total Korban Jadi 5 Orang
Demi mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif, Nola kemudian dirujuk kembali ke RSUD Abdul Azis Singkawang pada pukul 20.20 WIB. Namun, setibanya di sana, kondisi fisik Nola terus merosot tajam. Ia mengalami henti jantung saat tim medis sedang berupaya melakukan penanganan lanjutan. Meskipun tindakan resusitasi jantung telah diupayakan secara maksimal, nyawa Nola tidak dapat dipulihkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.
Terkait dengan latar belakang kesehatannya, pihak Kemhan menegaskan bahwa Nola sebenarnya telah dinyatakan lolos skrining kesehatan sebelum mengikuti latsarmil, meskipun tim medis memberikan catatan khusus mengenai kondisi kelebihan berat badan (overweight).
Meninggalnya Nola kini menambah panjang daftar hitam kematian peserta dalam program ini. Sebelum Nola, empat calon manajer lain telah gugur dengan berbagai penyebab medis yang berbeda. Mereka adalah:
1. Yonanda Muhammad Taufiq, yang meninggal dunia akibat henti jantung (cardiac arrest).
2. Anisa Muyassaroh, yang mengembuskan napas terakhir akibat sengatan panas (heat stroke).
3. Novia Rahmadhani Sihotang, yang wafat karena komplikasi penyakit tuberkulosis (TB).
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
Rentetan tragedi yang terjadi dalam waktu berdekatan ini langsung memicu sorotan tajam dari publik dan parlemen.
Anggota DPR RI bahkan telah melayangkan usulan agar pemerintah segera melakukan moratorium atau penghentian sementara program Latsarmil Kopdes Merah Putih, guna melakukan investigasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dan kesiapan fisik para peserta.
Editor : Iskandar Nasution