Harga Sparepart Kendaraan di Pandeglang Melonjak, Pemilik Bengkel Keluhkan Rupiah Melemah
PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat harga sparepart dan oli kendaraan di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami kenaikan. Kondisi ini dikeluhkan para pemilik bengkel karena berdampak pada biaya operasional dan penjualan.
Saat ini nilai tukar rupiah disebut telah mencapai Rp17.700 per dolar AS. Akibatnya, harga suku cadang kendaraan yang mayoritas berbahan impor ikut terdongkrak naik.
Sejumlah pemilik bengkel di Pandeglang mengaku kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis sparepart dan oli kendaraan. Mereka juga menyebut pelanggan mulai mengurangi pembelian karena harga servis ikut meningkat.
Pemilik bengkel, Luky Hardiyan, mengatakan kenaikan harga sparepart saat ini cukup memberatkan pelaku usaha bengkel.
“Harga sparepart sekarang naik sekitar Rp5 ribu sampai Rp8 ribu. Oli juga naik karena bahan bakunya impor,” ujar Luky, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, Yanto, pemilik bengkel lainnya, mengaku banyak konsumen mengeluhkan mahalnya harga onderdil kendaraan.
“Semua sparepart naik. Banyak pelanggan akhirnya menunda perbaikan kendaraan,” kata Yanto.
Para pemilik bengkel berharap kondisi ekonomi segera membaik dan nilai tukar rupiah kembali stabil agar harga sparepart kendaraan kembali normal.
Editor : Iskandar Nasution