Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tradisi Maulid Paling Unik! Warga Lebak Berdzikir Sambil Mengayun Kipas Bambu
Advertisement . Scroll to see content

Ngupat Jadi Tradisi Ramadan di Lebak, Warga Rebus Ketupat Berjam-jam di Tungku

Jum'at, 06 Maret 2026 | 11:45 WIB
  • author Iskandar Nasution
Ngupat Jadi Tradisi Ramadan di Lebak, Warga Rebus Ketupat Berjam-jam di Tungku
Warga di Lebak, Banten, memasak ketupat menggunakan tungku kayu dalam tradisi Ngupat yang digelar setiap pertengahan bulan Ramadan. Foto : Iskandae Nasutuon

LEBAK, iNewsPandeglang.id Tradisi Ngupat masih terus dilestarikan warga di Kabupaten Lebak, Banten, setiap pertengahan bulan suci Ramadan. Tradisi membuat ketupat ini menjadi bagian dari peringatan malam qunutan yang dilakukan turun-temurun oleh masyarakat.

Tradisi tersebut dapat ditemui di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten. Sejak pagi hari, warga terlihat sibuk menyiapkan berbagai bahan untuk membuat ketupat yang nantinya akan dibagikan kepada tetangga dan dibawa ke masjid.

Warga terlebih dahulu menyiapkan cangkang ketupat dari anyaman janur yang kemudian diisi dengan beras. Setelah itu, ketupat direbus menggunakan wajan besar di atas tungku kayu selama beberapa jam.

Cara memasak tradisional ini diyakini membuat ketupat lebih enak dan tahan lama.

Salah seorang warga, Suedah, mengatakan tradisi Ngupat biasanya dimulai sejak hari ke-14 Ramadan dengan membuat cangkang ketupat, lalu dilanjutkan proses memasak ketupat pada hari ke-15 Ramadan.

“Biasanya dari hari ke-14 kami sudah membuat cangkang ketupat dulu. Lalu hari ke-15 mulai diisi beras dan direbus sejak pagi sampai sekitar lima jam supaya matang sempurna,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Setelah matang, sebagian ketupat dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan. Sementara sebagian lainnya dibawa ke masjid atau surau untuk didoakan bersama setelah salat tarawih.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut