Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hebat Landa Ponpes di Lebak, Kobong 10 Kamar Ludes Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Warga Resah! Kades Kerta Lebak Diduga Miliki Senpi dan Narkoba, Prades Pilih Pelayanan di Rumah

Selasa, 14 Januari 2025 | 20:25 WIB
  • author Iskandar Nasution
Warga Resah! Kades Kerta Lebak  Diduga Miliki Senpi dan Narkoba, Prades Pilih Pelayanan di Rumah
Proses pembukaan segel kantor Desa Kerta, Banjarsari, Lebak, Banten yang sempat disegel warga akibat dugaan Kades memiliki senpi dan narkoba, Senin (13/1/2025). (Foto : iNews/Iskandar Nasution)

LEBAK, iNewsPandeglang.id -  Perangkat Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Lebak, Banten, terpaksa memberikan pelayanan kepada masyarakat di salah satu rumah warga. Mereka mengaku resah dan khawatir karena Kepala Desa Kerta, Ricki, diduga sebagai pengguna narkoba dan memiliki senjata api.

Kisruh ini bermula dari penyegelan kantor desa oleh warga pada 7 Januari 2025 lalu. Meski kantor desa sudah dibuka oleh Camat Banjarsari, perangkat desa memilih tetap melayani masyarakat di luar kantor desa. 

Sekretaris Desa Kerta, Abdul Rasyid, menyebut langkah ini sesuai arahan pimpinan mereka. "Kami sementara melayani di rumah warga sambil menunggu keputusan terkait dugaan penggunaan narkoba dan kepemilikan senjata api oleh kepala desa," ujar Abdul Rasyid saat ditemui, Senin (13/1/2025).

Sementara itu, salah satu warga, Siti Tasniah, mengaku dirinya saat ini sedang mengurus surat kuasa ahli waris dan membutuhkan pelayanan di kantor desa. "Saya berharap pelayanan masyarakat berjalan normal di kantor desa. Walau di rumah warga pelayanan oleh perangkat desa dirasa sangat baik," katanya.

Camat Banjarsari, Mahfud Basyir, meminta agar perangkat desa kembali melayani masyarakat di kantor desa. Ia menilai pelayanan di luar kantor tidak efektif dan menyulitkan warga. "Kami berharap konflik ini segera selesai agar pelayanan bisa kembali normal," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Kerta, Ricki, membantah semua tudingan. Ia meminta masyarakat untuk tidak termakan isu yang beredar di media sosial. "Hingga kini belum ada pemeriksaan polisi terkait tuduhan itu. Jika terbukti bersalah, saya siap mundur, tetapi jika tidak, saya minta pihak yang menyebarkan isu bertanggung jawab," tegas Ricki.

Kisruh ini membuat warga resah, apalagi ada kabar bahwa Ricki sempat terlibat adu mulut dengan beberapa warga dan diduga mengancam dengan senjata api. Hingga kini, masyarakat berharap ada penyelesaian agar pelayanan desa kembali berjalan normal dan aman.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut