Tanah Bergerak Terus Meluas! Warga Cihara Lebak Bingung Cari Tempat Tinggal Baru

LEBAK, iNewsPandeglang.id – Bencana tanah bergerak di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, terus meluas. Hingga kini, sebanyak 126 warga dari 26 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka sudah tidak layak ditempati. Para pengungsi, termasuk dua ibu hamil, tinggal di tenda darurat dengan kondisi yang sangat tidak nyaman.
Warga yang terdampak berasal dari Kampung Curug Bandung, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara. Tanah bergerak yang mulai terjadi sejak Selasa (3/12) lalu membuat tanah di kampung mereka retak, ambles, hingga mengakibatkan 26 rumah rusak parah. Selain di Cihara, bencana serupa juga melanda wilayah Panggarangan dan Bayah.
Menurut petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, pergerakan tanah dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat tanah menjadi labil, sehingga mudah retak dan longsor. Ketua Tagana Lebak, Iwan Hermawansyah, mengatakan pihaknya terus memantau lokasi bencana dan telah mengevakuasi semua warga yang terdampak ke tempat lebih aman.
“Sebanyak 126 warga sudah dievakuasi. Kami terus berupaya memberikan bantuan, meski lokasi pengungsian masih jauh dari kata nyaman,” ujar Iwan, Minggu (8/12/2024).
Warga yang kehilangan rumah mengaku bingung untuk mencari tempat tinggal baru. Lokasi kampung mereka dinyatakan tidak bisa dihuni lagi karena terlalu berbahaya. Namun, untuk pindah ke tempat lain, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli tanah atau membangun rumah baru.
Yuni, salah satu pengungsi yang sedang hamil tujuh bulan, mengaku kesulitan tinggal di tenda darurat. "Di tenda susah sekali, apalagi saya sedang hamil. Kalau malam saya tidur di rumah warga lain, tapi tetap tidak nyaman," katanya.
Editor : Iskandar Nasution