Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 4 Bulan Kemarau, Warga Cikeusik Pandeglang Antre 24 Jam Demi 20 Liter Air
Advertisement . Scroll to see content

Petani Resah! Ribuan Ulat Bor Serang Tanaman Cabai di Pandeglang, Panen Terancam Gagal

Selasa, 12 November 2024 | 08:41 WIB
  • author Iskandar Nasution
Petani Resah! Ribuan Ulat Bor Serang Tanaman Cabai di Pandeglang, Panen Terancam Gagal
Ulat bor terlihat menyerang tanaman cabai di Kecamatan Banjar, Pandeglang, menyebabkan kerusakan parah pada buah dan daun. Para petani kini terancam gagal panen. Foto iNews/Iskandar Nasution

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id – Ribuan ulat bor menyerang tanaman cabai di Kecamatan Banjar, Pandeglang, Banten. Serangan Hama ini diduga muncul akibat tingginya intensitas curah hujan saat memasuki musim penghujan, mengakibatkan kerugian jutaan rupiah bagi para petani cabai ini.

Musim hujan yang seharusnya membawa berkah justru menjadi malapetaka bagi petani cabai. Hujan deras menciptakan kondisi lembap yang ideal bagi berkembangnya berbagai jenis hama, termasuk ulat bor yang kini menyerang tanaman cabai di Kampung Mogana, Desa Mogana, Kecamatan Banjar.


Petani di Kecamatan Banjar, Pandeglang, menunjukkan tanaman cabai yang rusak akibat serangan ribuan ulat bor. Hama ini mengancam panen dan menyebabkan kerugian besar. Foto iNews/Iskandar Nasution

Cabai rawit oren yang ditanam para petani terlihat berlubang dan membusuk akibat diserang hama, mulai dari ulat bor, lalat buah, hingga jenis antraknosa. Dalam satu batang tanaman cabai, beberapa ulat bor ditemukan merusak buah dan daunnya.

Salah seorang petani cabai, Juli, mengungkapkan keprihatinannya. "Musim hujan ini memunculkan banyak hama, kualitas cabai menurun. Banyak cabai yang berlubang hingga membusuk di pohon, mengurangi penghasilan saat panen," katanya, Senin (11/11/2024).

Akibat serangan ulat bor ini, para petani mengalami kerugian besar dan berharap pemerintah setempat dapat memberikan bantuan untuk membasmi hama tersebut agar hasil panen cabai mereka tidak semakin berkurang.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut