Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lagu 'Bayar Bayar Bayar' Viral, Haris Azhar: Gak Kebablasan Justru Masih Kurang!
Advertisement . Scroll to see content

Komnas HAM Ungkap 159 Pendemo Ditangkap saat Aksi Tolak Revisi UU Pilkada, Seperti Ini Kondisinya

Jum'at, 23 Agustus 2024 | 11:44 WIB
  • author Nurkhabibi
Komnas HAM Ungkap 159 Pendemo Ditangkap saat Aksi Tolak Revisi UU Pilkada, Seperti Ini Kondisinya
Sejumlah demonstran pada Demo RUU Pilkada, Kamis (22/8/2024) diperiksa Polisi. Foto Tangkapan Layar/iNews TV

JAKARTA, iNewsPandeglang.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat sebanyak 159 peserta aksi ditangkap saat melakukan unjuk rasa menolak revisi Undang-Undang Pilkada pada Kamis (22/8/2024). Laporan ini didasarkan pada data yang diberikan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengungkapkan bahwa para pendemo tersebut ditahan di Polda Metro Jaya. Komnas HAM menyesalkan penangkapan dan penahanan ini, serta meminta agar seluruh pendemo segera dibebaskan.

"Kami mendorong aparat penegak hukum untuk segera membebaskan peserta unjuk rasa yang ditahan," ujar Uli.

Selain itu, Komnas HAM juga menyesalkan cara pembubaran massa yang dilakukan aparat menggunakan gas air mata, dugaan pemukulan, dan keterlibatan TNI yang diduga menggunakan kekuatan berlebihan. Komnas HAM mengingatkan bahwa pendekatan humanis seharusnya diutamakan dalam menangani aksi unjuk rasa.

Politisi PDIP Adian Napitupulu sebelumnya juga melaporkan bahwa 36 peserta aksi diamankan di Polda Metro Jaya, dengan beberapa di antaranya mengalami luka, seperti bibir pecah dan hidung patah. Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, membantah adanya penangkapan dan menyatakan bahwa aksi berlangsung kondusif.

“Tidak ada (penangkapan), tidak ada,” ungkap  Ade kepada wartawan pada Kamis (22/8/2024).

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut