Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Doa Ampuh yang Harus Diketahui Setiap Muslim: Meluluhkan Hati Seseorang dengan Nama!
Advertisement . Scroll to see content

Cinta Bisa Diteliti dengan Sains, apakah dari Hati? Cek di Sini Faktanya

Minggu, 05 Maret 2023 | 00:53 WIB
  • author Andera Wiyakintra
Cinta Bisa Diteliti dengan Sains, apakah dari Hati? Cek di Sini Faktanya
Cinta dalam sains. Foto ilustrasi Freepik

Bagaimana dengan cinta dalam konteks romantis? Ini disebut dengan ketertarikan, saat kita mengalami keterikatan, zat dopamin, norepinefrin, dan serotonin mengalir ke seluruh tubuh.

Tentu saja, ketika orang merasakan cinta dalam konteks romantis untuk waktu yang lama, mereka juga mengembangkan rasa keterikatan.

Itu berarti otak mereka juga melepaskan zat oksitosin dan vasopresin. Para ahli telah menemukan bahwa otak sering kali terus mengirimkan zat kimia ini ketika hubungan ini berakhir. Itu bisa menjadi pengalaman yang sangat sulit.

Bagaimana proses ketika Anda baru saja naksir seseorang? Tentu saja, ini berbeda dengan cinta dalam konteks romantis.

Otak Anda melepaskan testosteron dan estrogen, terkadang naksir bisa berubah menjadi ketertarikan atau bahkan keterikatan setelah beberapa waktu. Di lain waktu, rasa suka itu bisa hilang begitu saja.

Artikel ini telah tayang di halaman okezone.com dengan judul Apakah Rasa Cinta Bisa Diteliti dengan Sains? Cek Faktanya

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut