Suporter Bola Dianiaya OTK hingga Tewas di Sleman

SLEMAN, iNewsPandeglang.id - Sejumlah suporter bola di Yogyakarta dianiaya sekelompok orang tak dikenal di palang kereta, tepatnya di Mejing, Gamping, Sleman, Minggu (28/8/2022) dini hari tadi. Akibatnya, salah satu suporter Aditya Eka Putranda (18) meninggal, setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Kapolres Sleman AKBP Ahmad Rifai membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Penganiayaan terjadi saat korban Aditya baru saja selesai menyaksikan pertandingan antara PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo Sleman. Korban bersama rekannya hendak pulang ke rumahnya di Modinan RT 12 RW 22 Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman. "Sampai di palang pintu diserang kelompok tak dikenal," katanya.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun korban akhirnya meninggal dunia karena luka yang dideritanya cukup parah.
Pascakejadian, polisi langsung bergerak. Sejumlah orang sudah diamankan dan sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif. “Ini masih dalam pemeriksaan secara intensif,” katanya.
Kabar duka diunggah pertama kali dalam group akun Twitter @Kilometer5Boys. Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang satu anggota keluarga kami. Semoga amal ibadah Aditiya Eka Putranda diterima di sisi Allah, dan juga pihak keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Rest In Pride, brother.
Dalam unggahan tersebut juga disertai foto dan juga data korban Aditiya Eka Putranda (18) alamat Modinan RT 12 RW 22 Banyuraden Kapanewon Gamping Sleman. Korban akan dimakamkan di Makam Suci Modinan.
Unggahan tersebut lantas mengundang komentar warganet. Salah satunya pemilik akun @dhannsz2C. Akun ini membalas retweet dari @Ayu_lray ke @Kilometer5Boys_ dan mengunggah kronologi penganiayaan tersebut dari foto tangkapan layar.
Korban meninggal Aditya Exa Putranda (18) warga Modinan, Banyuraden, Gamping. Sedangkan Ardiansyah Bagus Setiawan (18) mengalami luka sayatan senjata tajam. Sedangkan Gandung mengalami luka pukulan benda tumpul di wajah dan badan.
Rombongan korban berhenti karena palang pintu, dan ada ada segerombolan orang yang nongkrong di tempat cucian mobil berteriak dan langsung berlari menuju ke rombongan korban. Mereka kemudian melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam dan potongan besi kepada tiga korban.
Beberapa rekan korban berusaha menghentikan aksi ini. Saat pintu dibuka mereka berusaha melarikan diri ke arah timur namun korban Aditya masih dikeroyok di lokasi rel kereta dan dua rekannya berhasil menarik duakorban. Para pelaku kemudian kabur ke arah barat.
Editor : Iskandar Nasution