BANTEN, iNewsPandeglang.id – Status Gunung Anak Krakatau turun ke Level II (Waspada) setelah aktivitas gunungapi di Selat Sunda terpantau mengalami penurunan. Status tersebut berlaku mulai Senin, 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.
Penurunan status dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) ditetapkan Badan Geologi melalui Laporan Khusus Nomor 1604.Lap/GL.03/BGL/2026.
Gunung Anak Krakatau sebelumnya dinaikkan ke Level III pada 2 Juli 2026 akibat peningkatan kegempaan vulkanik dan deformasi.
Hingga 3 September 2026, gunungapi yang berada di perairan Selat Sunda tersebut tercatat mengalami 224 kali erupsi.
Erupsi menerus kemudian terjadi selama sekitar 25 jam, mulai 4 September pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB. Berdasarkan citra satelit, aktivitas tersebut menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat dan barat daya.
Namun, aktivitas Anak Krakatau kemudian cenderung menurun. Data deformasi juga menunjukkan adanya deflasi. Pada 20 September, tercatat satu gempa low frequency dan tremor menerus dengan rata-rata amplitudo 2 milimeter.
Badan Geologi tetap meminta masyarakat dan wisatawan menjauhi kawasan berbahaya.
“Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Anak Krakatau,” tulis Badan Geologi dalam laporan khusus tersebut.
Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung juga diminta tidak panik dan tidak mempercayai isu tentang erupsi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.
Informasi resmi dapat dipantau melalui Badan Geologi, Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau di Pasauran, serta BPBD setempat.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
