Kerja sama tersebut melibatkan berbagai institusi dari sejumlah negara. Jerman menjadi basis Leibniz-IZW dan Max Delbrück Center for Molecular Medicine, Italia menjadi lokasi Avantea dan University of Padua, sedangkan Republik Ceko menjadi tempat Safari Park Dvůr Králové. Kenya menjadi lokasi kedua badak putih utara yang tersisa sekaligus tempat kegiatan pengambilan oosit dan transfer embrio. Jepang terlibat melalui institusi penelitian seperti Osaka University, sementara Amerika Serikat juga terlibat dalam pengembangan teknologi konservasi dan pemulihan keragaman genetik.
Dengan hanya dua badak putih utara yang tersisa, setiap embrio menjadi bagian penting dari perlombaan melawan kepunahan. Para ilmuwan kini berpacu dengan waktu untuk mengubah hasil penelitian di laboratorium menjadi kelahiran badak putih utara pertama melalui reproduksi berbantuan.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
