Bikin Geleng Kepala! GPT-6 Astra Bisa Operasikan Komputer Lewat Instruksi Suara

Dodi C.A
GPT-6 Astra disebut mampu mengoperasikan komputer melalui instruksi suara dan menjalankan berbagai pekerjaan secara mandiri. (Foto: Dok. OpenAI)

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id  - OpenAI kembali mengguncang industri teknologi lewat peluncuran GPT-6 Astra, model kecerdasan buatan yang dapat mengoperasikan komputer berdasarkan instruksi suara. Pengguna cukup menyampaikan tujuan yang ingin dicapai, sementara Astra dirancang untuk menjalankan berbagai tahapan pekerjaan secara mandiri.

Kemampuan ini membuat cara manusia berinteraksi dengan AI ikut berubah. Pengguna tidak harus lagi menjelaskan secara rinci aplikasi mana yang perlu dibuka, tombol apa yang harus ditekan, atau langkah apa yang harus dilakukan. Astra dapat memahami tujuan dari perintah yang diberikan kemudian menjalankan pekerjaan di komputer untuk mencapai hasil tersebut. 

Dalam pengenalan resminya, OpenAI menyebut Astra sebagai model paling cerdas dan paling selaras yang pernah mereka kembangkan. Kemampuannya mencakup penggunaan komputer, penjelajahan internet, rekayasa perangkat lunak, keamanan siber, sains, hingga pekerjaan profesional.

Astra dapat mengerjakan sejumlah tugas seperti mengisi formulir daring, memperbarui data pelanggan dalam CRM, mengatur kalender, melakukan riset internet, menyusun ringkasan melalui email atau aplikasi dokumen, hingga mengolah spreadsheet. Model tersebut juga dapat membuat situs web, menjalankan pemeriksaan kualitas tampilan, memasang perangkat lunak dan membantu mencari masalah yang muncul di layar. 

Unjuk gigi Astra dalam mengotomatisasi berbagai pekerjaan kompleks tak hanya memukau para pengguna, tetapi juga memicu gelombang optimisme di kalangan raksasa teknologi. Kemampuan fungsional yang melampaui generasi sebelumnya ini langsung memancing reaksi berani dari CEO Nvidia, Jensen Huang.                           
Kemampuan Astra kemudian memunculkan klaim besar dari CEO Nvidia Jensen Huang. Setelah peluncuran model tersebut, Huang menyatakan "AGI (Artificial General Intelligence atau Kecerdasan Buatan Umum) telah tiba" melalui unggahannya di X. Pernyataan itu merujuk pada perkembangan AI yang dinilai semakin mampu menjalankan beragam pekerjaan secara mandiri. 

OpenAI melaporkan Astra mencetak skor 98 persen pada FrontierMath Tier 4, 99,9 persen pada ARC-AGI-3, serta 100 persen pada ExploitBench. Pada OSWorld 2.0, Astra memperoleh skor 72,6 persen dan menyelesaikan tugas dalam sekitar 40 menit, dibandingkan 65,7 persen dan sekitar 75 menit pada GPT-5.6 Sol.

Besarnya kemampuan tersebut juga membutuhkan sumber daya komputasi yang sangat besar. Jensen Huang menyebut Astra dilatih menggunakan lebih dari 100.000 sistem Nvidia Grace Blackwell NVLink72. Ia juga mengatakan 400.000 GPU Nvidia lainnya sedang dalam proses diaktifkan.

Meski demikian, istilah AGI belum memiliki definisi universal. Presiden OpenAI Greg Brockman menyebut Astra dapat menandai dimulainya era AGI (Kecerdasan Buatan Umum), tetapi klaim tersebut tetap menjadi bagian dari perdebatan mengenai batas kemampuan kecerdasan buatan saat ini.

Editor : Iskandar Nasution

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network