JAKARTA, iNewsPandeglang.id – Dana bantuan untuk penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tembus Rp4,35 miliar hingga Selasa (18/8/2026). Bersamaan dengan itu, bantuan obat-obatan, peralatan medis, logistik, dan bahan pangan mulai disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yohanes Abrianto Kore merinci, kontribusi terbesar berasal dari Pemprov Kalimantan Timur sebesar Rp2,5 miliar dan Pemprov Maluku sebesar Rp1,5 miliar, sementara donasi masyarakat umum mencapai Rp359,2 juta.
“Saldo rekening dana penampungan bencana Pemerintah Provinsi NTT hingga 18 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp4.359.200.000,” kata Yohanes, Rabu (19/8/2026).
Selain bantuan keuangan, Posko Provinsi BPBD NTT mengoordinasikan penyaluran logistik dan kebutuhan medis ke wilayah terdampak. Bantuan obat-obatan seperti paracetamol, amoxicillin, dan dexamethasone, peralatan medis (syringe, infus set), hingga bahan pangan disalurkan secara bertahap.
“Bantuan akan disalurkan secara bertahap ke wilayah terdampak berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Yohanes.
Di luar dana Pemprov NTT, donasi masyarakat yang dihimpun melalui Danantara Indonesia dalam acara Kesenian Rakyat Kebersamaan Kemerdekaan juga berhasil mengumpulkan Rp2,16 miliar via QR Code.
Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas menyampaikan pentingnya gotong royong dan koordinasi lintas BUMN selama masa tanggap darurat hingga 28 Agustus 2026.
Saat ini, PLN telah memulihkan 88 persen pelanggan dan 98,3 persen jaringan listrik. Telkom Group juga mempercepat pemulihan jaringan komunikasi, didukung penguatan pasokan BBM untuk mobilitas bantuan. Selanjutnya, BUMN bersama Pemprov NTT mulai memetakan kebutuhan lanjutan, pengerahan relawan, serta pendataan rumah warga yang rusak berat di wilayah Sikka, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Manggarai untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
