Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp20 juta, termasuk biaya bibit, pupuk, perawatan, hingga tenaga kerja. Tidak hanya cabai, hasil panen kacang panjang, ketimun, dan sejumlah sayuran lain juga ikut terdampak cuaca buruk.
Hingga kini, para petani mengaku belum mendapatkan pendampingan maupun bantuan dari dinas terkait. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan agar kerugian petani tidak terus berulang akibat cuaca yang semakin tak menentu.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
