Meski mengakui kehebatan Lautaro, Idzes menganggap Lukaku jauh lebih sulit dihentikan. Menurutnya, fisik dan kekuatan striker asal Belgia itu menjadi tantangan berat di lapangan. “Lawan terberat saya mungkin adalah Lukaku. Dia sangat besar, kuat, dan tahu cara menggunakan tubuhnya dengan sangat baik,” ungkap Idzes.
Lukaku sendiri memiliki kenangan di Indonesia. Pada 2013, ia pernah bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno bersama Chelsea melawan Indonesia All Stars. Saat itu, Lukaku mencetak dua gol dalam kemenangan 8-1 untuk The Blues.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait