PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id – Ratusan warga Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten mengamuk dan menggeruduk sebuah toko emas berinisial SB. Mereka menuding toko tersebut melakukan praktik kecurangan dengan menjual emas yang sulit dijual kembali karena suratnya diduga palsu.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Rabu (26/2/2025) siang ini nyaris berujung ricuh. Massa yang kesal mencoba membuka paksa toko yang tiba-tiba tutup saat aksi berlangsung.
Beruntung, polisi yang berjaga berhasil meredam emosi warga dan mencegah bentrokan.
Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian setelah membeli emas di toko tersebut. Saat hendak dijual kembali, pihak toko menolak dengan alasan surat dan perhiasan yang dibawa tidak asli.
"Saya baru beli emas, tapi waktu mau dijual lagi, malah dibilang suratnya palsu. Padahal saya beli di toko yang sama," ungkap Lala, salah satu konsumen yang merasa dirugikan.
Banyak warga lain yang mengalami hal serupa. Mereka terpaksa menjual emasnya dengan harga jauh lebih murah karena toko menolak membelinya kembali dengan harga normal.
Salah satu demonstran, Rudi Liuh, mengatakan bahwa aksi ini adalah bentuk solidaritas warga yang merasa prihatin terhadap nasib para korban.
"Banyak warga yang beli emas untuk investasi, tapi malah tertipu. Kami minta aparat segera turun tangan dan periksa izin usaha toko ini," tegasnya.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan agar tidak ada lagi korban yang mengalami kerugian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak toko emas SB belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan warga dan aksi demonstrasi yang terjadi.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait