Usai Kritik Nurul Ghufron, Tia Rahmania Dicopot: Warganet Curiga Ada Agenda Tersembunyi!

Epul Galih
Tia Rahmania dicopot dari PDIP setelah kritiknya terhadap Nurul Ghufron di acara Lemhannas. Warganet curiga ada agenda tersembunyi di balik pemecatan ini. Foto Istimewa

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id Tia Rahmania, seorang akademisi yang dikenal luas berkat kontribusinya dalam dunia pendidikan dan organisasi, kini menjadi sorotan publik setelah diberhentikan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keputusan tersebut muncul usai Tia viral di media sosial akibat aksinya yang berani memotong ceramah Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengenai isu korupsi dalam sebuah acara di Lemhannas.

Dalam kesempatan tersebut, Tia mengungkapkan kekesalannya terhadap paparan Nurul Ghufron dan menyinggung mengenai masalah etika dan moral yang dianggapnya penting dalam pemberantasan korupsi. 

“Korupsi itu intinya etika dan moral, Pak. Saya adalah salah satu dosen antikorupsi. Terima kasih Pak, karena Pak Ghufron sendiri yang  sudah membuka. Mohon ini masukan bagi panitia Lemhannas, kalau bisa cari pematerinya yang memberikan nilai-nilai baik,” tuturnya sebelum keluar ruangan.

Setelah mengungkapkan kritik tersebut, Tia dicopot dari posisinya sebagai calon anggota DPR terpilih. Pemecatan Tia mengundang perhatian luas, terutama di media sosial. Banyak warganet yang mencurahkan pendapat mereka mengenai keputusan tersebut, mempertanyakan apakah ada agenda tersembunyi di balik pemecatan ini. 

Dalam komentar di unggahan terakhirnya di Instagram, pengguna akun @tiarahmania_bantenofficial mengekspresikan kekecewaan dan keraguan, seperti yang ditulis oleh pengguna bernama @asepdickypratama yang bertanya, "Aneh kenapa ibu ini dipecat, apakah karena beliau berbicara fakta di hadapan ketua KPK?"

Informasi yang dihimpun juga menyebutkan bahwa pemecatan Tia berkaitan dengan laporan yang dibuat oleh Bonnie Triyana, yang menggugat Tia di Mahkamah Partai. Bonnie berhasil menunjukkan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan oleh delapan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang merugikan dirinya dalam pemilu. 

Meskipun pelanggaran ini diakui, jumlah suara Bonnie tidak berubah, karena Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mengubah hasil pemilu. Keputusan Mahkamah Partai kemudian mendukung Bonnie sebagai pengganti Tia Rahmania di DPR.

Di sisi lain, komentar warganet semakin mempertegas spekulasi bahwa keputusan ini tidak lepas dari ketidakpuasan terhadap kritik yang dilontarkan Tia. "Kalau tidak speak up, orang luar curiga transaksional... 'ibu jual berapa suara pemilih'," tulis pengguna bernama @fauzirahmannullah.

Sebagai seorang psikolog dan akademisi, Tia Rahmania memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam berbagai organisasi. Namun, keputusan pemecatannya ini menambah sorotan terhadap dinamika politik yang terjadi di dalam partai, serta menimbulkan kecurigaan publik akan adanya tekanan politik yang lebih besar.

Dengan semakin banyaknya komentar dan spekulasi di media sosial, publik tampaknya menunggu penjelasan lebih lanjut dari Tia mengenai pemecatan tersebut dan akan melihat langkah selanjutnya yang diambilnya.

Editor : Iskandar Nasution

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network