Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Unik! 3 Anjing Ini Hobi Ikut Naik Sepeda Keliling Cilegon
Advertisement . Scroll to see content

Mardiono Dapat Penghargaan Satria Setia Bhakti di Cilegon, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:09 WIB
  • author Iskandar Nasution
Mardiono Dapat Penghargaan Satria Setia Bhakti di Cilegon, Ini Alasannya
Muhamad Mardiono menyampaikan sambutan dalam rangkaian Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon, Banten, Sabtu (17/10/2026). (Foto : IST/Iskandar Nasution)

CILEGON, iNewsPandeglang.id – Muhamad Mardiono menerima penghargaan Satria Setia Bhakti dari Al-Khairiyah dalam rangkaian Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon, Banten, Sabtu (17/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan kontribusi Mardiono terhadap pengembangan pendidikan di lingkungan Al-Khairiyah.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh KH Ali Mujahidin, cucu Brigjen KH Syam’un yang dikenal sebagai pendiri Al-Khairiyah.


Muhamad Mardiono menerima penghargaan Satria Setia Bhakti dari Al-Khairiyah dalam rangkaian Muktamar XI di Cilegon, Banten. (Foto : IST/Iskandar Nasution)

Mardiono mengatakan penghargaan itu merupakan kepercayaan yang harus dijaga. Ia juga berharap Muktamar XI Al-Khairiyah dapat memperkuat tradisi musyawarah dan kebersamaan dalam organisasi.

“Saya berharap Muktamar XI Al-Khairiyah dapat menjadi contoh bagaimana tradisi musyawarah, kedewasaan dalam berbeda pendapat, dan orientasi terhadap kemaslahatan bersama terus dijaga dalam kehidupan organisasi,” ujar Mardiono.

Al-Khairiyah didirikan oleh Brigjen KH Syam’un pada 5 Mei 1925 di Citangkil, Cilegon. Organisasi ini bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Mardiono juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut dia, upaya memperkuat ketahanan pangan membutuhkan partisipasi berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga pesantren.

“Ketahanan pangan adalah agenda nasional yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa, termasuk lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, pesantren, dan organisasi Islam seperti Al-Khairiyah,” katanya.

Ia berharap Al-Khairiyah terus menjalankan perannya di bidang pendidikan dan sosial serta berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut