Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Luna Maya Diteror Cermin Berhantu! Film Horor 'Sukma' Bikin Penonton Deg-degan!
Advertisement . Scroll to see content

Luar Biasa, Christine Hakim Borong Penghargaan di Busan Internasional Film Festival

Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:53 WIB
  • author Dodi C.A
Luar Biasa, Christine Hakim Borong  Penghargaan di Busan Internasional Film Festival
Christine Hakim dalam film Laut Bercerita yang terpilih dalam Busan International Film Festival 2026. (Foto: Dok. Tangkapan layar Instagram @christinehakimofficial)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id  - Nama Christine Hakim kembali menjadi sorotan di panggung perfilman internasional. Aktris senior Indonesia itu tampil dalam tiga film yang terpilih dalam Busan International Film Festival (BIFF) 2026 di Busan, Korea Selatan.

Ketiga film tersebut adalah Ibuku (My Mother), Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name), dan Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java). Sementara satu film Indonesia lainnya, aLPa, juga masuk dalam rangkaian program BIFF 2026.

BIFF 2026 resmi dibuka pada 6 Oktober 2026 di Busan. Kehadiran tiga film yang dibintangi Christine Hakim menjadi salah satu sorotan dari partisipasi Indonesia dalam festival film internasional tersebut.

Tiga Film, Tiga Peran Berbeda

Dalam Ibuku, Christine Hakim berperan sebagai Sumiati, seorang ibu yang berusaha menemui putrinya yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi.

Film garapan Eddie Cahyono tersebut merupakan kolaborasi Indonesia dan Jepang. Ceritanya tidak hanya berbicara mengenai hubungan ibu dan anak, tetapi juga mengangkat persoalan pekerja migran, perempuan, dan hak asasi manusia.

Sumiati harus menghadapi penolakan dari putrinya sendiri akibat luka masa lalu. Perjalanan untuk bertemu anaknya pun menjadi perjuangan emosional yang menjadi pusat cerita film.

Ibuku masuk dalam kompetisi utama BIFF 2026.

Sementara itu, Christine Hakim tampil sebagai Ibu Wibisana dalam Laut Bercerita.

Film yang disutradarai Yosep Anggi Noen tersebut diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori. Ceritanya membawa penonton pada masa Orde Baru, ketika aktivitas mahasiswa dan gerakan politik menghadapi tekanan.

Tokoh Laut, seorang aktivis mahasiswa, mengalami penculikan. Hilangnya Laut kemudian meninggalkan keresahan bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Christine Hakim memerankan sosok ibu yang harus menghadapi kehilangan dan ketidakpastian tersebut. Laut Bercerita juga masuk kompetisi utama BIFF 2026 dan melakukan pemutaran perdana di festival tersebut.

Berbeda dengan dua film sebelumnya, dalam Empat Musim Pertiwi, Christine Hakim berperan sebagai Mak Ira.

Film garapan Kamila Andini tersebut mengikuti kisah Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun karena membunuh seorang pria yang mencoba memperkosanya.

Namun kepulangan Pertiwi tidak serta-merta disambut dengan hangat. Ia justru berhadapan dengan penolakan dari masyarakat dan keluarganya sendiri.

Dalam situasi tersebut, Mak Ira menjadi salah satu sosok yang menerima kepulangan Pertiwi.

Film ini masuk program A Window on Asian Cinema di BIFF 2026. Di Indonesia, Empat Musim Pertiwi mulai tayang di bioskop pada 8 Oktober 2026.

Bukan Sekadar Tampil di Festival

Kehadiran Christine Hakim di tiga film tersebut memperlihatkan bagaimana seorang aktris senior masih aktif mengambil peran dalam film dengan tema yang beragam.

Ketiga karakternya juga memiliki latar cerita yang berbeda. Dalam Ibuku, ia menjadi seorang ibu yang berusaha mendapatkan kembali kesempatan bertemu anaknya. Dalam Laut Bercerita, ia menghadapi kehilangan seorang anak akibat situasi politik. Sedangkan dalam Empat Musim Pertiwi, ia menjadi sosok yang memberikan penerimaan kepada perempuan yang dikucilkan karena masa lalunya.

Ketiga film tersebut sama-sama membawa persoalan sosial ke layar lebar, mulai dari pekerja migran, hak asasi manusia, kehilangan akibat konflik politik, hingga kekerasan terhadap perempuan.

Sekilas Profil Christine Hakim

Christine Hakim merupakan salah satu aktris senior Indonesia yang telah berkarier sejak 1973. Ia memulai debut melalui film Cinta Pertama garapan Teguh Karya.

Lewat film tersebut, Christine meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Sepanjang kariernya, Christine Hakim telah membintangi berbagai film penting Indonesia, termasuk Badai Pasti Berlalu (1977) dan Tjoet Nja' Dhien (1988).

Kariernya juga berkembang ke perfilman internasional. Ia pernah terlibat dalam produksi seperti Eat Pray Love dan serial The Last of Us.

Dengan pengalaman panjang tersebut, Christine Hakim kini kembali hadir di salah satu festival film bergengsi Asia melalui tiga film Indonesia sekaligus.

Indonesia di BIFF 2026

Selain tiga film yang dibintangi Christine Hakim, Indonesia juga diwakili film pendek aLPa karya Dhiwangkara Seta.

Film tersebut mengisahkan seorang vokalis punk yang ditangkap dan dikirim ke pusat rehabilitasi moral. Di tempat itu, ia bertemu dengan Deri, seorang ulama yang memiliki hubungan dengan masa lalunya.

Dengan masuknya empat film Indonesia ke BIFF 2026, festival di Busan menjadi salah satu panggung penting bagi sineas Indonesia untuk memperkenalkan cerita lokal kepada penonton internasional.

Bagi Christine Hakim, BIFF 2026 menjadi catatan lain dalam perjalanan panjang kariernya kali ini melalui tiga karakter dan tiga cerita berbeda yang sama-sama berbicara tentang manusia, keluarga, kehilangan, dan perjuangan.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut