Karya Anak Indonesia, Setara Animasi Internasional! Timun Mas Hadir dengan Visual CGI Megah
JAKARTA, iNewsPandeglang.id - Dongeng klasik Timun Mas kembali dihidupkan dalam bentuk animasi melalui film Timun Mas dan Tenun Takdir. Karya ini melibatkan sejumlah talenta kreatif Indonesia dan membawa cerita rakyat Jawa Tengah ke dalam visual modern dengan teknologi CGI.
Melalui caption unggahan teaser, studio animasi Imagimata menyebut karya tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali legenda klasik Indonesia dalam wujud baru.
"Dari tanah yang melahirkan ribuan cerita, sebuah legenda klasik kini dihidupkan kembali dalam wujud baru! Kisah tentang keberanian, harapan, dan perjuangan seorang anak dalam menghadapi takdirnya," kata Imagimata, dikutip Jumat (11/9/2026).
Timun Mas dan Tenun Takdir merupakan hasil kolaborasi Andrey Pratama sebagai kreator sekaligus sutradara, Ratih Kumala sebagai penulis naskah, serta Imagimata sebagai studio animasi. Karakter Timun Mas disuarakan oleh Mutiara Azka, yang sebelumnya dikenal sebagai pemeran Sophie Sheridan dalam teater musikal Mamma Mia! di Jakarta.
Dalam unggahannya, Imagimata juga menyebut karya animasi tersebut melibatkan 100 persen talenta Indonesia dalam proses produksinya. Proyek ini telah digarap sejak 2021 dan menjadi salah satu upaya membawa cerita rakyat Nusantara ke generasi baru melalui medium animasi.
Cerita dalam film ini masih mengambil dasar dari legenda Timun Mas, yakni kisah seorang gadis yang harus menghadapi ancaman raksasa jahat bernama Buto Ijo. Namun, versi animasinya menghadirkan karakter bernama Kana yang harus melarikan diri dari kejaran Buto Ijo di tengah hutan.
Dari sisi visual, trailer terbaru Timun Mas dan Tenun Takdir memperlihatkan animasi dengan tampilan CGI yang megah. Detail karakter, lingkungan, hingga suasana hutan dikembangkan dengan pendekatan sinematik sehingga memberikan kesan seperti film animasi berskala internasional.
Yang tak kalah menarik, seluruh animasi tersebut disebut dikerjakan secara manual oleh tim Imagimata tanpa bantuan AI. Proyek yang telah berjalan sejak 2021 ini menunjukkan proses panjang di balik upaya menghadirkan animasi lokal dengan kualitas visual yang ambisius.
Kehadiran Timun Mas dan Tenun Takdir sekaligus menunjukkan bahwa cerita rakyat Indonesia dapat dikemas dengan teknologi dan pendekatan visual modern tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Dengan melibatkan talenta dalam negeri dari proses kreatif hingga produksi, film ini menjadi salah satu gambaran potensi karya anak Indonesia untuk menghasilkan animasi dengan kualitas yang mampu disejajarkan secara visual dengan karya animasi internasional.
Editor: Iskandar Nasution