Bukan Omon-Omon, Mentan Amran Terbang ke Alor Usai Dengar Keluhan Beras Rp30 Ribu
ALOR, iNewsPandeglang.id – “Ini luar biasa, ini mahasiswa teladan yang memperjuangkan masyarakat kecil. Bukan pencitraan, bukan sekadar mengatasnamakan, tapi melihat fakta lapangan dan menyampaikan kepada menteri,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Pernyataan itu disampaikan Amran saat tiba di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (7/8/2026). Ia terbang langsung ke Alor setelah mendengar keluhan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Adriano Padama, mengenai harga beras yang dapat melonjak hingga Rp30 ribu per kilogram.
Amran bahkan mengaku membatalkan sejumlah agenda rapat untuk menindaklanjuti persoalan tersebut secara langsung.
“Kami langsung menunda, membatalkan semua agenda rapat demi Alor. Kami batalkan semua Rapim, kami batalkan semua agenda demi Alor!” ujar Amran.
Kedatangan Amran ke Alor dilakukan bersama Direktur Utama Perum Bulog dan Adriano. Pesawat rombongan mendarat di Bandara Mali sekitar pukul 09.00 WITA.
Persoalan harga beras tersebut sebelumnya disampaikan Adriano saat mengikuti kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip Tahun Akademik 2026/2027 di Muladi Dome Kampus Undip Tembalang, Semarang, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Adriano menyebut harga beras di Alor biasanya berada di kisaran Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram. Namun, harga bisa meningkat menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram ketika gelombang tinggi menghambat kapal bersandar dan mengganggu distribusi.
“Harga beras di Alor bisa mencapai Rp17.000 sampai Rp18.000 per kilogram, Pak. Bahkan kalau gelombang tinggi dan kapal tak bisa bersandar, harganya bisa melonjak sampai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram,” kata Adriano.
Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog dan meminta persoalan pasokan beras ke Alor segera ditangani.
Amran kemudian mengajak Adriano ikut dalam penerbangan menuju Alor untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung.
Kunjungan tersebut menjadi langkah cepat pemerintah untuk menindaklanjuti persoalan distribusi dan harga beras di wilayah kepulauan
Editor : Iskandar Nasution