Ketum PPP Usul Kuota Perempuan di Politik Ditambah, Nilai Peran Strategis Belum Terwakili
BANTEN, iNewsPandeglang.id – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono mengusulkan agar kuota keterwakilan perempuan di dunia politik tidak berhenti pada angka 30 persen. Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam berbagai sektor sehingga layak memperoleh ruang yang lebih luas.
Pernyataan tersebut disampaikan Mardiono usai menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) di Le Semar Hotel, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Jumat (17/7/2026).
Menurut Mardiono, perempuan selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, hingga pemerintahan. Karena itu, kebijakan yang memberikan kesempatan lebih besar kepada perempuan dinilai akan berdampak positif terhadap pembangunan.
"Perempuan perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki peran yang sangat dominan dalam membangun ketahanan nasional. Mereka berperan dalam tata kelola ekonomi, mengatur logistik di berbagai bidang, hingga turut berkontribusi dalam pembangunan dan pemerintahan," katanya.
Ia menilai ketentuan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif merupakan langkah awal. Namun, menurutnya, aturan tersebut masih dapat dikembangkan agar semakin banyak perempuan mengisi posisi strategis.
"Kalau hari ini yang diatur dalam undang-undang baru mewajibkan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen, menurut pandangan saya angka itu bisa dinaikkan," ujarnya.
Selain membahas penguatan peran perempuan, Rapimnas WPP juga menjadi bagian dari konsolidasi internal PPP menjelang tahapan verifikasi partai politik dan persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku masih memiliki kedekatan emosional dengan PPP.
"Saya sudah sampaikan kepada Pak Ketua Umum Mardiono, hati saya tetap PPP. Orang juga tahu, saya sudah dicap sebagai orang PPP," kata Dimyati.
Editor: Iskandar Nasution