get app
inews
Aa Text
Read Next : SPMB Tak Hanya Zonasi! Mendikdasmen Beberkan 4 Jalur Masuk Sekolah

Ketimpangan Pendidikan dan Korupsi ASN di Banten: Akankah Kebijakan Baru Ini Mengubah Situasi?

Rabu, 26 Februari 2025 | 00:22 WIB
header img
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, saat melakukan sidak di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten untuk memastikan kebijakan baru berjalan efektif. (Foto : Dok/Istimewa)

SERANG, iNewsPandeglang.id - Banten tengah berusaha mengatasi dua masalah besar: ketimpangan pendidikan dan potensi korupsi dalam rekrutmen ASN (Aparatur Sipil Negara). Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru untuk mengatasi kedua masalah ini, termasuk pembatasan kegiatan study tour sekolah dan penegakan sistem penilaian talenta yang lebih transparan untuk ASN.

Dimyati menegaskan bahwa sekolah-sekolah di Banten akan dibatasi untuk tidak mengadakan study tour ke luar provinsi. Hal ini bertujuan agar anggaran pendidikan lebih fokus pada pengembangan pendidikan di dalam provinsi, khususnya untuk daerah-daerah yang masih tertinggal.

Menurut Dimyati, “Kami berharap kepala sekolah tidak mengadakan study tour keluar kota, apalagi dengan kondisi cuaca saat ini. Study tour hanya diperbolehkan di dalam wilayah Banten saja," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kepala sekolah yang melanggar kebijakan ini akan diberikan sanksi tegas.

Selain itu, Dimyati juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen ASN. Dalam sidaknya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten pada Senin (24/2/2025), ia menekankan perlunya sistem penilaian talenta yang tidak terpengaruh oleh faktor kedekatan pribadi atau suap. 

"Proses rekrutmen harus berdasarkan talenta, bukan karena suka atau tidak suka," ujarnya.

Dengan sistem ini, Dimyati berharap dapat mengurangi potensi korupsi dalam perekrutan pejabat dan memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi.

Kebijakan pembatasan study tour dan penegakan penilaian talenta ASN ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketimpangan pendidikan dan meningkatkan kualitas pemerintahan di Banten. Namun, tantangan besar tetap ada. Apakah kebijakan ini cukup efektif dalam jangka panjang? masyarakat Banten berharap perubahan ini membawa dampak positif.

Editor : Iskandar Nasution

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut