Kisah Mantan Stopper, Aditya Arya Nugraha yang Sukses Jadi Kiper Timnas di Piala Asia U-20

Avirista Midaada
.
Jum'at, 23 September 2022 | 10:55 WIB
(Foto: Shutterstock)

MALANG, iNewsPandeglang.id - Timnas Indonesia sukses lolos ke Piala Asia U-20 di Uzbekistan menyisakan cerita manis bagi penjaga gawang asal Malang Aditya Arya Nugraha. Sebab, kiper kedua Timnas Indonesia tampil memukau saat menggantikan penjaga gawang utama Cahya Supriadi yang cedera.

Penampilan pertamanya  saat Aditya tampil di laga kedua melawan Hongkong saat menggantikan Cahya Supriadi yang menderita cedera. Remaja asal Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, ini pun kembali dipercaya Shin Tae-yong menjadi kiper utama di laga penentuan melawan Vietnam di matchday ketiga fase grup F, hingga berhasil mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Asia U-20 tahun 2023 di Uzbekistan. Saat Penampilan pertamanya  Aditya tampil di laga kedua melawan Hongkong untuk menggantikan Cahya Supriadi yang menderita ceder


(Foto: Istimewa)


Dijumpai di rumahnya, Aditya mengaku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan usai penjaga gawang utama Cahya Supriadi. Penjaga gawang yang memperkuat Persebaya Surabaya ini pun berhasil menggagalkan beberapa peluang yang didapat pemain Hongkong. Di balik cerita suksesnya mengantarkan Timnas Indonesia U-20 lolos Piala Asia, ternyata pemain bertinggi 183 sentimeter awalnya tak menempati posisi sebagai penjaga gawang semasa kecil. Ya saat anak-anak, Aditya berada di posisi stopper saat memperkuat tim Sekolah Sepakbola (SSB).

“Dulu waktu di SSB (sekolah sepak bola), saya itu jadi pemain biasa, jadi stopper saat itu,” ucap Aditya saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/9/2022). Kariernya menjadi pesepakbola muda pun terhitung tak tergolong mulus dan harus bersaing dengan banyak anak muda lainnya untuk menjalani seleksi pendidikan di sekolah sepak bola di Malang.

“Kalau dulu aku waktu SD itu ikut di Tumpang FC, ya saat itu saya masih main jadi stopper, lalu pindah ke Porma FC yang di Velodrome (Sawojajar) seingat saya SMP,” kata anak pasangan Imanulah dan Ratih Yufiningrat.

Beberapa kali pindah sekolah sepakbola untuk memperdalam olah bolanya, bakarnya terpantau oleh seorang pelatih. Dari sanalah kata Aditya, posisinya berubah dari stopper menjadi seorang penjaga gawang. Apalagi saat itu dikatakannya didukung dengan postur tubuh yang tinggi serta memiliki potensi besar “Ya awalnya disuruh jadi kiper itu coba-coba, tapi ternyata kok nyaman, dan sampai sekarang Alhamdulillah jodohnya di posisi kiper,” beber Aditya. 

Umur bertambah ternyata membuat bakar Aditya kian mentereng. Bahkan nama Aditya direkomendasikan oleh seorang pemandu bakat sepakbola untuk masuk di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA). Perlahan tapi pasti karier Aditya Arya Nugraha terus memanjak. Terbaru, bakatnya membuat Aji Santoso kepincut dan memutuskan merekrut pemain berusia 18 tahun bergabung ke Persebaya Surabaya.

“Saat ikut ASIFA saya dipantau coach Aji, lalu saya diajak untuk gabung Persebaya. Dan saat ini saya dikontrak selama tiga tahun,” tutur alumni SMPN 1 Pakis ini.

 

Editor : Iskandar Nasution
Bagikan Artikel Ini